Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Hari Keempat Menjalani Food Combining

Hari keempat menjalani food combining dibuka seperti biasanya menggunakan jeniper alias perasan jeruk nipis yang dicampur dengan air hangat. Aku berpesan pada istriku untuk membuat satu jeniper segelas kecil untuk berdua. Sarapan buah (sarbu) dengan sawo dan apel. Pukul 10 pagi minum jus kobis segelas kecil. Menu makan siang adalah: Nasi setengah entong 1 terong dipotong menjadi 4 bagian tanpa dikupas 3 lembar kobis 1 butir bawang merah 1 jengkol Semuanya dimakan mentah. Hanya dicuci saja sampai bersih. Aku bertekad, hari ini adalah hari pertama melakukan Food Combining ketat. Namun ternyata setelah makan tergoda telo goreng yang dibeli istri. Aku makan deh telo goreng 1 iris dan tempe goreng 1 iris. Pukul 15:48 minum segelas jus buah pir dikasih es batu. 1 buah pir dan es batu dijus menjadi 1 gelas besar.

Hari Ketiga Menjalani Food Combining

Menu sarapan hari ketiga menjalani food combining adalah sebagai berikut: Buah sawo Buah apel Buah pisang Ketiga buah itu dikombinasikan dan dimakan samapi perut terasa kenyang. Makan siangnya sama seperti sebelumnya yaitu meggunakan tomis kangkung yang dicampur dengan tempe. Bumbu tumis yang kami gunakan adalah (bawang, berambang, cabe sedikit, garam sdikit, gula sedikit, dan tomat 1 buah). Padahal sebetulnya kan tidak boleh ditumis, tidak boleh makan cabe, tidak boleh makn gula, garam, dan tomat untuk pengidap GERD. Makanya dari itu, aku sebut FC yang kujalani masih longgar. Untuk memberi aba-aba pada tubuh akan terjadinya perubahan pola makan seperti itu. Hari ketiga ini, aku tidak makan malam karena perut terasa masih penuh sampai waktu isya habis. Ini pertanda asam lambung bakal naik dan benar saja hal itu terjadi meskipun tidak separah hari kedua . Malam hari, karena asam lambung naik, Anciety kambuh, insomnia pun melanda. Aku tidak bisa tidur dengan perasaan ...

Hari Kedua Menjalani Food Combining

Hari kedua menjalani food combining, aku memulainya dengan meminum perasan jeruk nipis (jeniper) yang dicampur dengan segelas air hangat. Satu jam kemudian, aku makan bebarapa buah pisang sampai kenyang. Setelah agak siang, aku makan mangga manis. Makan siang, aku memakan tumis kangkung yang kumasak bersama istri. Menu yang kumakan siang itu adalah: Setengah entong nasi 2 buah tempe goreng tumis kangkung dan tempe dengan porsi 3:1 dengan nasi Sore hari menjelang maghrib, aku makan protein hewani yaitu sebuah telur godog yang kukombinasikan dengan tumis kangkung. Malam hari, setelah sholat isya, asam lambung naik lagi. Sedikit lebih parah dibanding dengan hari pertama menjalani FC. Kepala terasa pusing dan perut keram. Badan terasa tidak nyaman. Mungkin karena efek detoks yang sedang berjalan.

Hari Pertama Menjalani Food Combining

Sepulang dari rumah teman sebagaimana yang aku ceritakan pada catatan perkenalanku dengan food combining , aku langsung mencari buah untuk digunakan menjalani food combining keesokan harinya. Aku beli jambu kerikil dan buah pir. Karena hari sudah terlalu sore, aku tidak bisa mendapatkan jeruk nipis untuk digunakan pada food combining. Aku pun menjalani food combining pada hari pertama tanpa meminum perasan jeruk nipis (jeniper) hangat. Sekitar pukul 07.00 (03 desember 2018) aku mulai sarapan buah (sarbu) kombinasi buah pir dengan jambu kerikil. Karena entah salah buah atau bagaimana, setelah agak siang perutku terasa mules. Aku merasa senang karena BAB terasa lancar setelah hampir sebulan sangat sulit melakukan BAB. Malah terkadang sampai mau pingsan segala saat semedi di WC. Saat itu, aku masih sangat longgar menjalankan food combining. Ketika makan karbohidrat, sayurnya masih dimasak (dioseng). Aku beralasan tidak ingin membuat tubuh kaget dengan pola makan yang berubah dra...

Perkenalanku Dengan Food Combining

Aku mengenal Food Combining (FC) sudah lama. Hanya saja, saat itu tidak begitu menghiraukannya karena memang merasa tidak ada kepentingan dengan hal itu. Cuma membaca ketika ada teman yang membagikan tulisan mengenai hal itu namun tidak tertarik untuk mencobanya. Suatu pagi, tiba-tiba, jantungku berdegup sangat cepat dan semakin lama semakin cepat. Saat itu, aku mengira sudah mendekati ajal. Aku meminta dibawa ke petugas medis untuk diperiksa. Di sana, hasil pemeriksaan menyatakan kalau cepatnya detak jantung itu merupakan gejala SVT. Aku hanya dianjurkan untuk istirahat dan minum obat yang diberikan. Kalau sewaktu-waktu jantung itu berdetak cepat lagi maka aku diminta memijat-mijat tengkuk kepala secara perlahan sambil mengatur pernafasan. Sejak pertama kali aku dinyatakan terkena SVT, ternyata hal itu sering kambuh dan membuatku merasa cemas dan membayangkan kematian sangat begitu dekat. Aku menyadari sumber permasalahan ada di asam lambung yang tidak terkontrol ketika meme...